Selain Menjadi Petugas Medis, Ariansyah Juga Menjadi Juara Ajang Penyanyi Dangdut

Satu lagi muncul dari sekian banyak pendatang baru, Ariyansa Sari Bunga, atau disebut Ariansyah, penyanyi kelahiran Lawu 24 tahun lalu ini menjadi pemenang kedua ajang pencarian bakat Indonesian Star Ethnic 2018. Ariansyah dalam kesehariannya ternyata berprofesi sebagai petugas medis di sebuah puskesmas di Turikale Maros, Sulawesi Selatan dan sebagai pengajar di sebuah SMK Keperawatan.

Dikutip dari wawancaranya dengan OkeDangdut, Ariansyah, yang dikenal juga sebagai MC di berbagai acara, sudah mengenal dangdut sejak di sekolah dasar. Ia pun mengaku bahwa ia belajar sendiri cara membawakan lagu-lagu dangdut. Berbagai ajang dan festival dangdut yang pernah ia ikuti antara lain Festival Dangdut Kab. Maros 2012, Dangdut BS Fm 2014, dan menjadi penyanyi Dangdut Pria favorit Radio Maros FM tahun 2015.

Ajang nasional pun tak luput ia datangi seperti KDI, D’Academy termasuk Bintang Pantura 4 yang diselenggarakan tahun lalu, namun Ariansyah hanya bisa masuk sampai ke babak Pilih-Pilih.

Ajang pencarian bakat penyanyi dangdut bisa menjadi salah satu acuan untuk menseleksi penyanyi mana saja yang layak untuk membawakan lagu dengan baik selain sebagai media untuk memperkenalkan keahlian bernyanyi kepada publik. Tentunya bagi para penikmat dan pencinta musik dangdut, mereka bisa memilih mana saja penyanyi yang lebih mereka sukai. Dari berbagai daerah pun bermunculan nama-nama penyanyi yang seringkali kita tidak pernah mendengar sebelumnya.

Ketua SENADA, Jumadi, Ariansya (tengah) dan Ketua DPRD Maros, H.A.S Chaidir Syam / Foto : MarosFM

Saat ini Ariansyah yang tinggal di Kota Makasar sedang dalam proses pembuatan single. “Itu hadiah dari salah satu produser di sini. Kemarin dapat hadiah dari salah satu pencipta Lagu di SENADA (seniman Dangdut Daerah Maros) untuk lagu kemenangan. Aransemen lagunya sementara dibuatkan. Kalau judulnya masih rahasia.” jelasnya.

Kepada OkeDangdut, Ariansyah menyatakan harapannya. “Semoga ke depannya OkeDangdut bisa mengangkat penyanyi-penyanyi dangdut di daerah karena kurang ekspos media sehingga talenta-talenta luar biasa yang ada di daerah itu tidak tersalurkan, dan bisa menghadirkan teman-teman yang ada di daerah untuk diangkat” ungkapnya.

Ia pun menambahkan bahwa selain biaya, bagi  penyanyi-penyanyi baru yang ingin berkembang itu memang ada saja faktor kendalanya. “Itulah terkadang ada penyanyi yang ingin mengembangkan sayap secara luas tapi biasanya terhalang berbagai faktor seperti pengetahuan akan penggunaan teknologi. Saran aku sih perbanyak menggali informasi juga perluas wawasan dan tetap selalu belajar,” ungkapnya.

(Visited 378 times, 1 visits today)

About The Author

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *